Nama saya tookie…

Nama saya Tookie, usia 51 th, saya lahir dari keluarga yg tidak mampu. Saya tidak pernah mengecap sekolah jadi nyaris buta huruf. Terjerumus dalam dunia hitam sejak usia 17 tahun, dan sepuluh tahun kemudian saya masuk penjara dengan tuduhan pembunuhan terhadap empat orang. Walaupun secara hukum tidak pernah terbuktikan bahwa saya bersalah, tetapi saya tetap di vonis hukuman mati. Dan sejak tahun 1981 saya berada di dalam barisan orang-orang yang akan dihukum mati (death row) di penjara San Quentin dekat San Francisco. Di Sant Quentin itulah saya mulai bertobat dan sadar akan semua kesalahan-kesalahan saya. Oleh sebab itulah saya berkeinginan keras untuk belajar membaca dan menulis agar saya bisa berbagi pengalaman dan nasehat terutama ditujukan kepada anak-anak dan kaum remaja agar mereka tidak terjerumus seperti saya di dalam dunia hitam. Selama saya masih punya waktu dan selama vonis hukuman mati tersebut masih belum dilaksanakan, selama itu pulalah saya ingin menulis agar mereka menjauhi hal-hal yang bersifat kekerasan, drugs terlebih lagi agar mereka bisa lebih saling mengasihi satu dengan yang lain. Hanya melalui tulisan itulah saja saya bisa berbagi pengalaman dengan dunia luar.

Itulah biography singkat dari Stanley "Tookie" Williams, walaupun ia baru belajar menulis dan membaca dalam usia 27 tahun, tetapi ia telah mampu mengarang berbagai macam buku anak-anak maupun remaja. Buku-bukunya telah mendapatkan banyak sekali penghargaan literatur, bahkan sudah dinominasikan sebanyak lima kali untuk mendapatkan hadiah "Nobel Perdamaian" dan empat kali untuk mendapat hadiah "Nobel Literatur". Salah satu bukunya yang terkenal adalah "Life in Prison". Walaupun demikian tiada maaf bagi Tookie yang telah dinominasikan sebanyak sembilan kali sebagai calon penerima hadiah Nobel. Tookie tetap saja akan dieksekusi hukuman mati tepatnya pada tanggal 13 Desember yang akan datang ini. Memang ia telah mengajukan permohonan grasi kepada Gubernur California, Arnold Schwarzenegger, tetapi tipis sekali harapan bagi dia permohonannya akan dikabulkan, sebab sudah dua kali permohonan grasi serupa ditolak oleh dia.

Bagaimana dengan Anda sendiri, apakah Anda bersedia untuk memaafkan Tookie, apakah Anda bersedia untuk memberikan grasi kepadanya seandainya Anda menjadi Gubenur California?

Cobalah Anda teropong hati dan pikiran Anda, berapa banyak masih, kalkulator dosa yang belum direset jadi nol kembali, karena kita belum bisa melupakannya, walaupun kejadiannya sudah bertahun-tahun yang lampau. Pernahkah timbul di dalam pikiran Anda untuk mencuci bersih segala macam dendam yang ada di dalam hati maupun pikiran Anda? Renungkanlah berapa banyak sudah orang yang membawa dendam kesumatnya sampai keliang lahat?

Memang dengan mudah keluar nyerocos perkataan "Maaf" kepada mereka yang memohon maaf lahir dan batin, tetapi pada umumnya ini hanya sekedar lip service pemanis bibir saja, sebab kenyataannya kesalahan maupun dendam terhadap mereka tetap saja tidak bisa dilupakan maupun dihapus walaupun dengan sabun nanti noda sekalipun juga. Menurut pakar psikolog kalau kita dikecewakan atau disakiti oleh orang, maka kejadian ini akan sukar sekali dilupakan, tetapi kebalikannya kita akan lebih mudah melupakan kebaikan orang lain daripada kesalahan orang lain. Dan aneh bin nyata kita tidak bisa melupakan kesalahan orang lain, tetapi di lain pihak dengan mudahnya kita melupakan orang-orang yang kita sakiti.

)))CoPy PasTe FroM auliarizdha(((

Iklan

Penulis: fayruzrahma

always trying to be a simple person :)

Ada komentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s