tukang ojek dan taxi di depan BEJ

Fenomena ini saya perhatikan saat sedang menunggu jemputan pulang di depan gedung Bursa Efek Jakarta. Saya duduk di kursi tunggu. Di sebelah kiri saya adalah orang-orang yang mengantri untuk menaiki taksi, sedangkan di depan saya adalah para tukang ojek yang sedang menunggu calon penumpang.

calon penumpang taksi mengantri dengan rapi
taksi -- antri rapi

Taksi yang diperbolehkan menaikkan penumpang di situ adalah taksi Bluebird. Tidak sedikit bule yang mengantri di sini.

tukang ojek menunggu penumpang
ojek -- ngetem ga jelas agak di pinggir jalan

Para tukang ojek tersebut menunjukkan jari telunjuknya kepada orang-orang yang baru pulang kerja, menandakan bahwa mereka adalah tukang ojek yang siap mengantar Anda melewati kemacetan Jakarta sampai tujuan dengan gesit dan selamat. Lucunya, tukang ojek yang pertama kali datang di sini, belum tentu dia yang terlebih dahulu mendapatkan penumpang. Ada tukang ojek yang tidak dapat-dapat penumpang, padahal tukang ojek lain sudah mengantarkan penumpang dua kali (kebetulan saya beberapa jam nongkrong disitu).

Posisi strategis tukang ojek dalam menunggu penumpang sangat memengaruhi keberhasilan dalam mendapatkan penumpang. Yang paling dekat dengan jalan keluar-masuk tentu saja lebih kerap mendapatkan penumpang. Padahal satpam yang mengatur jalan di depan BEJ itu sering menyuruh para tukang ojek maju menjauhi jalan keluar masuk itu karena mengganggu lalu lintas. Alhasil ada tukang ojek yang lama sekali tidak mendapatkan penumpang karena paling jauh dari posisi strategis :O

Raut muka tukang ojek sepertinya juga memengaruhi keberhasilan dalam mendapatkan penumpang. Ada tukang ojek yang berwajah muram, seperti agak kesal, karena dari tadi tidak mendapatkan penumpang. Sedangkan ojek lain ada yang berwajah ramah dan bahagia karena dari tadi kebanjiran penumpang. Tentu saja orang yang akan naik ojek lebih memilih ojek yang lebih ramah dan menyenangkan πŸ˜€ Tidak sedikit juga sih yang memang sudah punya tukang ojek langganan…

Kesimpulan dari pengamatan saya saat itu, alangkah lebih baik jikalau di depan BEJ itu dibuatkan juga tempat khusus antrian ojek, seperti tempat khusus antrian taksi Bluebird itu. Selama ini (eh, selama pengamatan saya yang cuma beberapa jam itu) para tukang ojek yang menunggu penumpang itu cukup mengganggu lalu lintas antar-jemput kendaraan di sekitar situ. Kalau dibuatkan tempat khusus, diharapkan lalu lintas menjadi lebih lancar. Selain itu, tukang ojek yang lebih dulu datang akan lebih dulu mendapatkan penumpang (first in first out), sehingga tidak ada lagi tukang ojek berwajah muram dan mendapatkan penghasilan yang lebih sedikit πŸ™‚

Saya tau peluang kemungkinan tulisan ini dibaca oleh pihak terkait adalah kecil, namun saya hanya menuangkan apa yang ada di pikiran saya saja kok. Sukur-sukur kalau bisa membantu para stakeholder, hehehe πŸ˜€

Iklan

Penulis: fayruzrahma

always trying to be a simple person :)

Ada komentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s