Teknologi Televisi Digital

TV Digital? Apa itu? Bedanya dengan TV yang biasa itu apa?

DTVKata Wikipedia, televisi digital adalah jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal gambar, suara, dan data ke pesawat televisi. Televisi digital merupakan alat yang digunakan untuk menangkap siaran TV digital, perkembangan dari sistem siaran analog ke digital yang mengubah informasi menjadi sinyal digital berbentuk bit data seperti komputer.

Jadi, kalau TV biasa mengubah sinyal analog yang indah menjadi tayangan yang indah pula, TV digital mengolah deretan angka biner cantik 0 dan 1 menjadi tayangan yang cantik pula.

TV digital mengkodekan sinyal MPEG-2, sama seperti sistem satelit, dan menampilkannya seperti yang dilakukan monitor komputer. TV digital memberikan resolusi dan stabilitas yang menakjubkan. Terdapat pula berbagai kotak set-top yang dapat mengkodekan sinyal digital dan mengubahnya menjadi analog untuk menampilkannya ke TV biasa.

Terdapat tiga gagasan yang mendasari teknologi TV digital dan telah menjadi standar yang ditetapkan oleh Advanced Television Standard Committee (ATSC):

1.    Penggunaan sinyal digital

TV analog memulai sepak terjangnya sebagai media penyiaran. Stasiun TV mengeset antenna dan memancarkan sinyal radio ke komunitas individual. Antenna ditambahkan ke TV dan kita dapat menangkap channel 2 sampai 83 tanpa biaya. Yang diterima TV adalah suatu sinyal tunggal analog gabungan dari sinyal video dan sinyal suara yang terpisah.

TV digital juga dimulai dengan media penyiaran gratis. Sebagai contoh, di San Jose, California, kita dapat menyaksikan sekitar selusin stasiun TV digital komersial yang berbeda apabila kita memiliki receiver (penerima) dan sebuah antenna. Federal Communications Commision (FCC) memberi frekuensi baru kepada stasiun-stasiun penyiar TV untuk digunakan pada penyiaran digital mereka. Channel digital membawa stream data digital dengan kecepatan 19,39 Mbps untuk dikodekan dan diterima TV digital.

Setiap stasiun TV digital memiliki satu channel TV digital. Namun satu channel tersebut mampu membawa sub-channel jamak apabila stasiun TV memilih opsi tersebut. Cara kerjanya adalah:

Pada setiap channel digital, setiap stasiun TV mengirim stream data digital  19,39 Mbps. Stasiun TV memiliki kemampuan untuk menggunakan stream ini dengan beberapa cara berbeda. Contoh:

  • Stasiun TV dapat mengirim satu program tunggal pada 19,39 Mbps
  • Stasiun TV dapat membagi channel ke beberapa stream yang berbeda (misal 4,85 Mbps untuk tiap program). Stream ini dinamakan sub-channel dan tipe penyiarannya adalah multicasting. Misal, apabila channel TV digital adalah channel 53, channel 53.1, 53.2, dan 53.3 dapat merupakan tiga sub-channel pada channel tersebut. Setiap sub-channel dapat membawa program yang berbeda.

2.    Format yang berbeda-beda

Stasiun TV dapat membuat sub-channel karena standar TV digital mendukung berbagai format yang berbeda. Stasiun TV dapat memilih format yang berbeda, yaitu:

  • 480i – resolusi 704×480 piksel, dikirim dengan kecepatan 60 frame yang bertautan per detik (30 frame lengkap per detik)
  • 480p – resolusi 704×480 piksel, dikirim dengan kecepatan 60 frame lengkap per detik
  • 720p – resolusi 1280×720 piksel, dikirim dengan kecepatan 60 frame lengkap per detik
  • 1080i – resolusi 1920×1080 piksel, dikirim dengan kecepatan 60 frame yang bertautan per detik (30 frame lengkap per detik)
  • 1080p – resolusi 1920×1080 piksel, dikirim dengan kecepatan 60 frame lengkap per detik

“p” berarti “progressive” (maju terus menerus), sedangkan “i” berarti “interlaced” (terjalin/bertautan). Pada format progresif, gambar lengkap diperbarui setiap 60 frame per detik. Sedangkan pada format interlaced, setengah gambar diperbarui setiap 60 frame per detik.

Format 480p dan 480i dinamakan format SD (Standard Definition). Kualitas 480i kira-kira sama dengan gambar pada TV analog biasa. Ketika pertunjukan pada TV analog dikonversi dan disiarkan pada stasiun TV digital, pertunjukan tersebut disiarkan pada 480p atau 480i.

HDTV resolusi tertinggi adalah 1920×1080 piksel sehingga dapat menampilkan piksel yang lebih banyak sebesar sepuluh kali lipat dari piksel pada TV analog.

3.    Aspek Rasio 16:9

Format 720p, 1080i, dan 1080p adalah format HD (High-Definition). Format HD memiliki aspek rasio yang berbeda daripada TV analog. Rasio TV analog adalah 4:3. Artinya, layarnya memiliki lebar 4 unit dan tinggi 3 unit. Misalnya pada TV analog dengan diagonal 25 inch, TV tersebut memiliki lebar 20 inch dan tinggi 15 inch. TV digital dengan hormat HD memiliki aspek rasio sebesar 16:9 yang ditunjukkan pada gambar berikut:

perbandingan aspect ratio antara TV analog/SDTV dengan HDTV

Tipe sinyal, format, dan aspek rasio, semuanya telah diubah pada proses pengkonvesian dari TV analog ke TV digital di United States.

standar TV digital
standar TV digital

Stasiun TV menentukan format yang akan digunakan, sedangkan pabrik elektronik menentukan aspek rasio dan resolusi TV digital yang diproduksi. Konsumen menentukan resolusi mana yang terbaik untuk kebutuhan mereka dan membeli peralatan yang sesuai berdasarkan keputusan tersebut.

Kompresi Digital

Gagasan pengiriman multiple program pada stream 19,39 Mbps adalah unik pada TV digital. Hal ini memungkinkan penggunaan kompresi digital. Untuk mengompresi gambar yang akan dikirim, penyiar (dalam hal ini stasiun TV) menggunakan metode kompresi MPEG-2. Metode kompresi ini memperkenankan penyiar untuk memilih ukuran layar dan kecepatan bit saat meng-encode pertunjukan TV. Stasiun TV dapat memilih berbagai macam kecepatan bit di antara tiga bentuk resolusi.

MPEG-2 digunakan oleh standar industri untuk mengkompresi sinyal ke ukuran yang diinginkan. Kompresi MPEG-2 mengurangi ukuran data dengan faktor 55:1. Kompresi ini membuang banyak informasi visual, namun mata manusia tidak akan menyadari kehilangan tersebut.

Kita melihat MPEG-2 setiap waktu dalam web dan situs web yang menawarkan video streaming. Misal pada situs iFilm.com, kita dapat memilih kecepatan streaming video antara 56 Kbps, 200 Kbps, atau 500 Kbps. MPEG-2 membuat teknisi mampu memilih kecepatan bit mana saja dan resolusinya saat meng-encode suatu file.

Terdapat banyak variabel yang menentukan bagaimana gambar tampil pada kecepatan bit yang diberikan. Misal:

  • Jika suatu stasiun TV ingin menyiarkan event olahraga (yang memiliki banyak gerakan pada scene) pada format 1080i, seluruh bandwidth channel sebesar 19,39 Mbps dibutuhkan agar didapatkan gambar berkualitas tinggi.
  • Di sisi lain, pada pertunjukan berita yang menampilkan wajah pembaca berita saja, dapat digunakan kecepatan bit yang lebih rendah. Stasiun TV dapat mengirim siaran berita pada resolusi 480p dengan kecepatan 3Mbps, menyisakan ruang 16,39 Mbps untuk sub-channel lain.

Sangat dimungkinkan suatu stasiun TV mengirim tiga atau empat sub-channel dalam sehari lalu menggantinya dengan pertunjukan kualitas tinggi tunggal yang mengkonsumsi seluruh 19,39 Mbps pada malam hari. Beberapa stasiun TV bahkan bereksperimen dengan 1 atau 2 Mbps channel data yang mengirim informasi dan halaman Web bersamaan dengan pertunjukan untuk menyediakan informasi tambahan pada penonton.

Referensi:

http://electronics.howstuffworks.com/dtv.htm

http://electronics.howstuffworks.com/hdtv.htm

http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi_digital

Iklan

Penulis: fayruzrahma

always trying to be a simple person :)

Ada komentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s