Akhirnya Gue ke INAICTA Exhibition 2011

akhirnya gue ke inaicta
akhirnya gue ke inaicta exhibition 2011!

[Jakarta mode: on]

Setelah perjuangan panjang nan melelahkan, akhirnya gue bisa menginjakkan kaki di JCC Senayan untuk mencuci mata dan mencari inspirasi di INAICTA Exhibition 2011. Akhirnyaaa, AKHIRNYAAAAA…. *terharu* (gyay)

Agak kecewa karena udah banyak stand yang tutup (baru nyampe jam setengah 5 lebih, padahal pameran tutup jam 5 -,-). Tapi gue gak boleh mutung. Perjuangan gue gak boleh disia-siakan. Petualangan harus dilanjutkan.

Masuk ruang pameran, gue disambut mbak cantik yang kasih selebaran MENOO, sebuah aplikasi berbasis web yang katanya mbak Alvi mirip sama aplikasi mau makan dimana?

Lalu ada deretan stand aplikasi buatan anak-anak SD dan SMP. Gilee, ini anak-anak kecil udah pada bisa bikin program keren-keren… Sekolahnya aja di Sekolah Komputer Anak Cinta Indonesia Bandung. Gue kalaah, gue kalaaaaahhhh >.<

ketemu tata & diaz :D
ketemu tata & diaz 😀

Eh eh, liat Tata Psikologi UGM! Ada Diaz tld 08 juga! Ternyata mereka dan tim masuk 5 besar kategori Perguruan Tinggi: Digital Interactive Media dengan karya mereka Jagoan Lalu Lintas. Dan ternyata gue adalah mantan calon member team mereka, tapi gue tolak karena gue gak jago koding, hehe 😛

Program mereka ini berkisah tentang suatu keluarga yang mengajari anaknya tentang tata cara berlalu-lintas yang baik. Ada 4 level, tiap level ngajarin hal-hal yang berbeda.

Gue main level 1. Masih dasar banget, tentang peralatan yang digunakan saat berkendara, kayak jaket, helm, sepatu, dsb. Trus suruh nyari safety tools tersebut di suatu kamar yang berantakan. Susah banget nyarinyaa xO Permainan ini untuk standar anak kecil sih jadi gue bosen trus langsung lompat ke level 4 aja.

jagoan jalan
skrinsyut si jagoan lalu lintas

Level 4 ini lebih keren, tentang simulasi berkendara. Ceritanya disuruh ibu pergi ke mana gitu naik motor, misal ke supermarket, tapi harus mentaati peraturan lalu lintas. Kalau salah, misal nerobos lampu merah, atau ngelewatin jalan yang sebenernya ga boleh dilewatin, nanti kita didenda sama pak polisi.. Trus suruh ngulang dari start lagi…

Yang keren lagi di kategori Digital Interactive Media tuh: INI3D (ITS Now In 3D). INI3D merupakan aplikasi interaktif untuk berpetualang di ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) dalam bentuk 3D. Kayak maen Counter Strike gitu lah. Tujuannya sih biar mahasiswa baru atau orang tua mereka bisa tahu, kayak gimana sih ITS itu, tanpa perlu harus capek-capek thawaf di ITS. Yang lebih oke lagi, (katanya) para developer sebelumnya ga bisa programming 3D sama sekali sebelum bikin aplikasi ini. Mereka ngerjain INI3D sambil belajar from the scratch selama 8 bulan. WOW, kalo gue mungkin udah ga betah n muntah2 kali yak.

Waktu di INAICTA Exhibition ini ketemu juga sama mas fikri muntohar tld06 dan mas edwin z tld07. Akhirnya tau juga yang mana orangnya, biasanya cuma ngobrol via dunia maya doang, haha. Gue disaranin buat dateng di stand mobile game-nya ITB.

mobile games
kategori mobile games

Jawara INAICTA 2011 kategori mobile game application, AMAGO, yang dikreasikan oleh Nightspade menjadi mainan mobile pertama gue. Sumpah ini imut banget karakternyaa!

Ceritanya, kita harus membantu melestarikan hewan langka: elang jawa, komodo, dan ikan arwana merah. Tapi yang bisa dimainin baru Awan, sielang jawa. Ada telur yang harus dirawat sampai dia menetas.

Cara ngerawatnya, kita harus njaga suhu telur. Kalau ada lingkaran biru, artinya itu dingin. Jadi harus digosok-gosok sampe anget yang ditandai dengan warna merah. Kalau udah merah, lingkarang itu di-tap biar ilang, jadi telurnya gak kepanasan. Kadang lingkarannya langsung muncul warna merah, jadi langsung di-tap aja, gak perlu digosok. Sayangnya, sensitivitas gue terhadap warna rendah. Jadi, sering lingkaran merah muncul, malah gue gosok2 lama banget gak ilang2 (yaiyalaah).

amago
Amago - Discover the amazing life in archipelago

Retakan telur hadir sedikit demi sedikit. Pemain dikasih waktu 1 menit buat netasin itu telur. Dan gue berhasil menetaskan sang burung langka tepat 1 menit. Kalau aja gue telat dikit, pasti gue akan dicap sebagai orang yang gagal melestarikan burung langka… fyuuuh…

Masih banyak mobile games lain, tapi gue gak tanya2 macem2 soalnya gue lagi lonely *ga nyambung*. Ada game tentang illegal logging. Ada juga game battle antar monster imut gitu yang cara naikin energinya dengan shaking the phone. Sayangnya gue lupa nama game dan developernya, haha. Kayaknya mopomon deh. Gue ga dikasih poster sih.

Gue melanjutkan ekspedisi INAICTA Exhibition ke stands kategori Research & Development. Gue ketemu sama Pak Mardhani, yang ternyata dosen di MTI UGM. Beliau membuat Dala Project: Digital Archive System for Long Term Access. Semacam Data Mining gitu deh, jadi arsip-arsip digital lama yang mungkin sudah rusak ataupun hilang dicoba untuk diselamatkan, di-repair.

Pak Mardhani ini pendiri Intelligent Technology Initiatives (In-Tech), suatu perusahaan riset. Gue baru tahu kalau ternyata riset itu gak cuma di laboratorium, tapi juga bisa di perusahaan. wow 😀

Stand lain di kategori ini yang sempet kusambangi adalah stand Mini Air Traffic Control System. Semacam aplikasi simulasi untuk memonitor pesawat-pesawat dengan range tertentu. Kita bisa tahu ada pesawat apa aja di sekitar headquarter, serta nilai ketinggian dan kecepatan mereka.

klungbot
angKLUNG roBOT. KLUNGBOT.

Nah, kalo jawara di kategori Research & Development ini emang keren abis! KLUNGBOT. Angklung robot. Jadi angklungnya bisa main musik sendiri… Uuu… Sesuatu banget yah…

edutekh
Edutekh - Multimedia Interaktif

Terus berjalan, gue ketemu mbak akhwat cantik nan baik hati. Beliau dari PT. Edutekh Digital Utama. Jawara kategori e-Learning & Education: Content, Utilities nih. Yang diproduksi adalah aplikasi e-Learning yang tiap CD-nya ga cuman pelajaran satu tingkat doang. Dari 1 CD Fisitekh, kamu bisa dapetin materi Fisika kelas 1-3. Content-nya emang keren tau, nyaris full animasi 3D. Ada virtual lab segala pula. Belajar jadi enggak boring lagi 😀

Aplikasi-aplikasi keren lainnya yang sempet gue lihat secara sepintas adalah I-Speak, Isara, dan Aksara. Ketiga aplikasi ini sama-sama membantu orang-orang yang “tuna”. I-Speak dan Isara membantu para tuna rungu, sepintas mirip aplikasinya Imagine Cup 2010 Winner yang kategori Software Design. Sedangkan aksara membantu para tuna netra dan tuna aksara. Teks di buku dibaca pake kamera, lalu aplikasi tersebut membacakan isi buku itu. WOW!

Aplikasi lain yang sempet gue lihat adalah aplikasi-aplikasi pemerintahan dan ekonomi yang gue sama sekali enggak mudeng buat apa. Yang jaga stand gak tertarik buat ngejelasin aplikasi mereka ke gue sih *lha gue enggak nanyak*.

Nah, itu dia kisah selintas petualangan gue di INAICTA Exhibition 2011. Maaf banget kalo kurang memuaskan, karena jujur, gue pun kurang puas karena belom sempet nyambangin semua stand-nya satu-satu.

Satu pelajaran penting yang gue petik dari exhibition ini: Gue sama sekali gak ada apa-apanya. Gue cupu abis. Di atas langit masih ada langit. Sungguh prestasi keren mereka adalah hasil dari jatuh bangun dan perjuangan yang tak henti-henti. Semangat berkarya dan menuntut ilmu! (^o^)9

Iklan

Penulis: fayruzrahma

always trying to be a simple person :)

Ada komentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s