Rambu-rambu dalam Menegakkan Jamaah

Resume buku Menuju Jama’atul Muslimin oleh Hussain bin Muhammad bin Ali Jabir, M.A. Merupakan intisari thesis yang diajukan untuk meraih gelar MA di Universitas Islam di Madinah Munawwarah.

———————————————————————————————

traffic light

Berikut ini adalah rambu-rambu dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah saw.:

  1. Menyebarkan prinsip-prinsip dakwah
  2. Pembentukan dakwah
  3. Konfrontasi bersenjata melawan musuh dakwah
  4. Sirriyah dalam kerja membina jamaah
  5. Bersabar atas gangguan musuh
  6. Menghindari medan pertempuran

#1 Menyebarkan Prinsip-prinsip Dakwah

Caranya?

Kontak Pribadi (Ittishal Fardi)

Face to face. One to one. Jalan ini ditempuh saat permulaan dakwah dan jamaah serta saat pemerintah yang berkuasa melarang adanya aktivitas dakwah secara terang-terangan.

Kontak Umum (Ittishal Jama’i)

Yang dilakukan Rasulullah saw.:

  1. Mengumpulkan manusia dalam suatu jamuan makan di rumahnya, kemudian menyampaikan prinsip-prinsip dakwah kepada mereka.
  2. Mengumpulkan manusia di berbagai tempat (contohnya yang di bukit Shafa), lalu menyampaikan risalah Allah kepada mereka.
  3. Pergi ke tempat-tempat pertemuan manusia dan menyampaikan dakwah.
  4. Pergi ke berbagai negara untuk menyampaikan dakwah. Contohnya ke Thaif.
  5. Mengirim surat kepada para kepala suku dan raja, antara lain ke Kaisar Romawi dan Hiraclius.

Jika kita berprinsip untuk berdakwah kepada dua orang, lalu bersepakat dengan dua orang tersebut untuk menerapkan prinsip kita, dan hal ini dilakukan secara estafet (2 > 4 > 8 > 16 > dst..)setiap bulan, maka dalam jangka waktu dua tahun orang yang telah tercover dalam dakwah adalah sekitar 16.787.456 orang. Sungguh merupakan jumlah yg spektakuler!

#2 Pembentukan Dakwah (Takwin)

Merupakan tindak lanjut dari rambu #1, yaitu membentuk sesuai aqidah dan akhlaq dakwah. Orang-orang yang mencukupkan diri dengan menyampaikan khutbah dan ceramah dari atas mimbar dan tidak bersatu padu mengajak para jama’ah khutbahnya kepada langkah pembentukan secara nyata, diibaratkan seperti orang yang membuka kedua telapak tangannya ke dalam air supaya air sampai ke mulutnya, tetapi air tidak dapat sampai ke mulutnya (Ar-Ra’d:14).

#3 Konfrontasi Bersenjata terhadap Musuh Dakwah

Fungsi rambu ini adalah mempertahankan kelompok yang masuk dalam golongan pembentukan (takwin).

Konfrontasi tidak boleh diumumkan kecuali oleh Imam kaum Muslimin, setelah meyakini kekuatan dan persiapan tentaranya. Tidak dibenarkan bagi sebagian jama’ah kaum Muslimin melakukan konfrontasi, selama jama’ah belum mencapai pemerintahan (Rasulullah saw melakukan konfrontasi pertama setelah memiliki pemerintahan di Madinah). Bahkan seandainya jama’ah berhasil mencapai kepemimpinan di pemerintahan, imam tetap berhak menempuh perdamaian bersama front penentang jika hal itu lebih memberikan manfaat bagi seluruh umat manusia.

Apa saja yang perlu diperhatikan sebelum melakukan konfrontasi?

  1. Mencari basis geografis. Rasulullah saw pernah memerintahkan para sahabat berhijrah ke Habasyah. Rasulullah pernah pergi ke Thaif. Rasulullah sering menanyakan kuantitas dan kualitas kabilah-kabilah yang didakwahinya. Rasulullah akhirnya mendapatkannya di Madinah.
  2. Jumlah tentara yang memadai

Apabila kedua hal ini tidak terpenuhi, tidak dibolehkan melakukan konfrontasi. Seperti yang dilakukan Rasulullah saw saat masih berada di periode Makkiyah.

#4 Sirriyah dalam Kerja Membina Jamaah

Sirriyah adalah membatasi pengetahuan program kerja pada lingkungan pimpinan. Sirriyah hanya menyangkut aspek penataan (tanzhim) saja, bukan menyangkut aspek pemikiran atau nilai-nilai Islam yang harus dikemukakan.

Kelompok orang yang salah dalam memahami sirriyah?

  1. Kelompok yang menyembunyikan dakwah Islamiyah sebagai fikrah dan ajaran. Mereka tidak mau membicarakan tema dakwah, meniru beberapa tradisi non-Islami (supaya tak dituduh fanatik), dan menyembunyikan identitasnya sebagai aktivis pergerakan.
  2. Kelompok yang mencampuradukkan antara sesuatu yang harus dijelaskan dengan sesuatu yang harus dirahasiakan. Issue-issue yang keluar akan dapat menimbulkan malapetaka bagi dirinya dan mengacaukan barisan jamaah.

#5 Bersabar atas Gangguan Musuh

Sifat ini penting dalam memelihara eksistensi jamaah.

#6 Menghindari Medan Pertempuran

Menjauhi medan pertempuran dalam tahapan pembentukan dakwah (takwiniyah) merupakan upaya perlindungan bagi pelaksanaan ibadah kepada Allah. Orang-orang yang telah menerima dakwah dijauhkan dari tekanan penguasa yang zhalim, ke suatu wilayah yang dapat memberikan keamanan bagi jiwa dan dakwah mereka.

Iklan

Penulis: fayruzrahma

always trying to be a simple person :)

Ada komentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s