Mimpimu, Udah Bener Belom?

Summary (+bumbu2) dari acara SuperMan! @Mushola Apung Pascasarjana, Sabtu 29 Oktober 2011 15.30-17.20

Trainer: Arif Jadmiko

————————————————————————————

Apa cita-citamu? Apa tujuan hidupmu? What is your DREAM?

Jadi milyuner? Pengusaha sukses yang punya rumah di Green Bay Pluit? Jadi manusia jenius terkenal yang jadi pembicara di berbagai konferens luar negeri? Jadi presiden? Anggota kopassus yang terlihat sangar nan keren? Selebritis cuakep anggota boiben nan digemari cewek2 ababil? Memecahkan rekor dunia?

success?
Inikah sukses?

That’s it? Kenapa pingin jadi orang yang kayak gitu? Pengen punya tabungan gede dan terkenal?

Nah, sekarang kita lihat dari sisi teladan kita, Rasulullah saw. Apakah Rasulullah saw itu kaya? TIDAK! Meski kalau umat muslim menang perang dan Rasulullah dapet sebagian besar ghanimah (harta rampasan perang), beliau tidak pernah menimbun harta. Istri-istri Rasulullah bahkan pernah berdemo agar diberi jatah hidup yang memadai. Lalu turunlah ayat yang intinya menyuruh para istri memilih antara harta duniawi atau Rasulullah saw. Emoh lah ya cerai dari Rasulullah…

Harta yang Rasulullah punya langsung digunakan untuk berjihad dan berdakwah.

Apa yang sebenernya kita cari di dunia ini?

pengen apa ya?
pengen apa ya?

Sebelum melaksanakan sesuatu, kita kudu memilah dan memilih, mana kegiatan yang bener-bener akan membawa kita di jalan Allah. Harus dievaluasi dan diperbaiki dulu, apa background niat di tiap aktivitas kita?

Pengen nilai bagus? untuk apa….?

Pengen jadi pengusaha kaya? untuk apa….?

“untuk apa” menunjukkan tujuan dan niat kita secara murni. Nilai bagus, kalo cuma buat gaya-gayaan dan pamer, cuma buat nunjukin ke orang-orang bahwa gue hebat kan, itu FAIL. Elo cuma tampak keren di luar doang. Nilai bagus elo ga bakal bisa bawa elo ke surga.

Sama halnya kalo jadi orang terkenal dan kaya. Semakin terkenal, semakin merasa hebat. Kerja keras biar bisa naik pangkat. Kerja keras biar bisa nabung banyaaak biar di masa tua bisa leyeh-leyeh berwisata menikmati dunia. Itu juga FAIL. Elo emang seneng nantinya, tapi setelah meninggal, seneng-seneng elo itu ga bisa nganterin sampai pintu surga.

Beda halnya kalo jawaban “untuk apa”-nya lebih keren. Nilai bagus, biar bisa dapet beasiswa menempuh jenjang yang lebih tinggi, terus mengaplikasikan ilmunya dalam berjihad di jalan Allah. Pengusaha kaya biar bisa mbantu mendanai dakwah dan mempersempit gap antara kaya-miskin, pintar-bodoh. Aamiin…

Kata Rasulullah saw.: Innamal a’malu bin niyaat. Segala amal itu tergantung niatnya.

Lalu, ada pepatah salah kaprah yang dengan bodohnya sering saya gunakan. Mungkin kamu juga pakai untuk memotivasi diri: the Law of Attraction.

If you think you can, you can! Kalo kita yakin, kita pasti bisa!

FAIL! Kita gak bisa menjamin keberhasilan hanya dengan yakin dan berusaha. Keyakinan dan usaha itu paling cuma berkontribusi sekitar 1% aja dari kesuksesan. 99% yang menentukan itu Allah swt.! Jadi, semua usaha dan keyakinan kita harus diserahkan pada Allah swt. Jadi, moto saya akan berubah:

Aku yakin, aku berusaha, aku serahkan pada Allah swt. 🙂

sujud kepada Allah
sujud kepada Allah. @Masjid Istiqlal

In brief, mari kita tilik lagi mimpi-mimpi kita. Udah bener belom ya? Tujuan dari tiap event, organisasi, ataupun perusahaan yang kita jalankan… apakah cuma berorientasi duniawi saja? Atau sudah diniatkan untuk Allah swt.? Dalam perjalanan meraih mimpi pun terkadang kita perlu berhenti sejenak untuk mengevaluasi niat dan mimpi kita, agar niat kita tidak keluar dari koridor jalan Allah…

Yuk, fastabiqul khairaat… Mari berlomba-lomba dalam kebaikan! 😉

Iklan

Penulis: fayruzrahma

always trying to be a simple person :)

3 thoughts on “Mimpimu, Udah Bener Belom?”

Ada komentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s