Sistem In-VIGO :: From Virtualized to Virtual Computing Grids

In-VIGO Approach
Review Paper: From Virtualized to Virtual Computing Grids: The In-VIGO System
Adabala, Sumalatha. Chadha, Vineet. Chawla, Puneet. Figueiredo, Renato. Fortes, José. Krsul, Ivan. Matsunaga, Andrea. Tsugawa, Mauricio. Zhang, Jian. Zhao, Ming. Zhu, Liping. Zhu, Xiaomin.
In: ELSEVIER (ed.) Future Generation Computer Systems (2004)

Resume

Infrasturktur grid bertujuan untuk menyediakan resource sharing yang fleksibel, aman, dan terkoordinasi untuk berbagai pihak. Pendekatan tradisional konsep grid adalah melalui middleware, yang berinteraksi dengan resource fisik pada level yang sama dengan pengguna lokal. Namun pendekatan tersebut harus berhadapan dengan konfigurasi dan peraturan yang rumit. Pendekatan In-VIGO berada pada level abstraksi di atasnya, yaitu middleware memungkinkan resource sharing dari resource fisik ke resource virtual.

Teknologi virtualisasi adalah dasar arsitektur In-VIGO. In-VIGO menyediakan lingkungan terdistribusi di mana berbagai instance aplikasi dapat berjalan pada resource fisik ataupun virtual, sedemikian rupa sehingga client tidak sadar akan kompleksitas pada grid computing. Pendekatan In-VIGO menambahkan tiga lapisan virtualisasi pada model tradisional grid computing. Lapisan pertama membuat resource virtual yang merupakan komponen dasar grid computing virtual. Pada lapisan kedua, aplikasi grid diinstansiasi sebagai layanan yang dapat terhubung saat dibutuhkan untuk membuat grid informasi virtual. Pada lapisan ketiga, layanan teragregasi (biasanya tampil ke pengguna via portal) mengekspor antarmuka yang divirtualisasi agar dapat ditampilkan pada berbagai jenis perangkat. Paper ini fokus pada lapisan pertama saja.

Virtualisasi pada In-VIGO mencakup:

In-VIGO Approach
In-VIGO Approach

1. Data virtual dan sistem file virtual. Sistem file virtual bergantung pada komponen Network File System (NFS) yang sudah ada dan diimplementasikan pada level Remote Procedure Calls (RPC). Aplikasi potensial dari virtualisasi konten data antara lain format file, translasi bahasa, peringkasan data, dan sebagainya.

2. Mesin virtual. Virtualisasi mesin menggunakan tipe klasik, yang mengisolasi mesin fisik. Virtual Machine Monitor (VMM) menyediakan mesin-mesin terisolasi yang berbagi resource fisik tunggal, dengan meniru sifat instruction set architecture (ISA) yang diizinkan. VM klasik mendukung manifolding (banyak VM per resource fisik), multiplexing (berbagi waktu CPU, berbagi space memori dan disk antara beberapa VM), dan polymorphism (mengenai konfigurasi hardware virtual, sistem operasi, dan aplikasi).

In-VIGO :: Manifolding, Multiplexing, Polymorphism
In-VIGO :: Manifolding, Multiplexing, Polymorphism

3. Aplikasi virtual. Aplikasi virtual menggunakan sistem virtual file untuk mendukung manifolding dan multiplexing kode aplikasi. Aplikasi virtual menggunakan monitor untuk memodifikasi semantik dan kapabilitas yang ditampilkan pada pengguna aplikasi.

In-VIGO :: Arsitektur Aplikasi Virtual
In-VIGO :: Arsitektur Aplikasi Virtual

4. Jaringan virtual. Pada konteks In-VIGO, jaringan virtual adalah jaringan logikal yang berasal dari jaringan fisik, per pengguna dan per aplikasi. Tujuannya adalah untuk memungkinkan berbagai aplikasi virtual untuk berbagi jaringan fisik, seolah-olah masing-masing menggunakan jaringan privat terdedikasi yang fungsional dan kualitasnya sesuai dengan kebutuhan aplikasi dan hak akses pengguna.

5. Antarmuka virtual bagi pengguna. Jadi, pengguna dapat mengakses aplikasi dari berbagai perangkat dan sesuai dengan konteks di mana aplikasi dipasang.

In-VIGO dibangun untuk mendukung tool komputasi untuk penelitian teknik dan sains. Buktinya adalah salah satu komponennya: Virtual Application (VAP).  In-VIGO VAP adalah agregasi dari tools sebenarnya ke sesi aplikasi logikal, yang mengizinkan pengguna untuk melakukan berbagai operasi, seperti: mengeset parameter eksekusi, mengimpor file data, dan mengambil hasil eksperimen. Pengguna tidak berinteraksi secara langsung dengan VAP, melainkan menggunakan User Interface Manager (UIM). Instance VAP dibuat untuk setiap tool dan tiap sesi tool. Komponen lain dari In-VIGO adalah sistem file virtual, resource manager, sistem informasi global, dan user manager. Paper ini menjelaskan secara detail bagaimana komponen-komponen In-VIGO tersebut bekerja.

In-VIGO :: High Level Architecture
In-VIGO :: High Level Architecture

In-VIGO diimplementasikan di ACIS Laboratory. Sistem inti menggunakan Java dan Java Servlet. Operasi khusus sistem informasi menggunakan Perl. Sistem File Virtual menggunakan bahasa C. In-VIGO menggunakan standar yang telah ada dan sebisa mungkin dengan teknologi opensource. Beberapa file konfigurasi menggunakan XML. Deskripsi resource menggunakan Condor ClassAds. Invokasi resource menggunakan SSH dan Globus. Repositori data menggunakan SQL. Berbagai ujicoba dengan aplikasi test telah dilakukan, antara lain: Dinero, CNT-IV, CoWord, dan GAMESS. Workspace virtual menggunakan mesin virtual VMware.

Review

Latar belakang dan rumusan masalah dari pengembangan sistem In-Vigo dijelaskan dengan baik. Model sistem dibuat berdasarkan teori yang kuat dan terbukti. Pembahasan sistematis, mulai dari konsep, rancangan arsitektur, teknologi secara detail, implementasi, dan pengujian yang dilakukan. Meskipun yang dibahas sangat teknis, bahasa yang digunakan mudah dipahami, sehingga orang yang belum begitu memahami teknologi virtualisasi kemungkinan akan mampu memahaminya juga.

Iklan

Penulis: fayruzrahma

always trying to be a simple person :)

Ada komentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s