puisi yang ngejleb…

abid912 official blog

Sering kali aku berkata,
Ketika orang memuji miliku,
Bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
Bahwa mobilku hanya titipanNYA,
Bahwa rumahku hanya titipanNYA,
Bahwa hartaku hanya titipanNYA,
Bahwa putraku hanya titipanNYA,

Tetapi,
Mengapa aku tak pernah bertanya,
Mengapa DIA menitipkan padaku?
Untuk apa DIA menitipkan ini padaku?
Dan kalau bukan miliku,
Apa yang harus kulakukan untuk milikNYA ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan miliku?
Mengapa hatiku justru terasa berat,
Ketika titipan itu diminta kembali olehNYA?

Ketika diminta kembali,
Kusebut itu sebagai musibah,
Kusebut itu sebagai ujian,
Kusebut itu sebagai petaka,
Kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa,
Kuminta titipan yang cocok dengan nafsuku,
Aku ingin lebih banyak harta,
Ingin lebih banyak mobil,
Lebih banyak popularitas,
Dan kutolak sakit,
Kutolak kemiskinan,
Seolah semua β€œderita” adalah hukuman bagiku,
Seolah keadilan dan kasihNYA harus berjalan seperti matematika:
Aku rajin ibadah, maka selayaknya derita menjauh dariku,

Lihat pos aslinya 45 kata lagi

Iklan

Penulis: fayruzrahma

always trying to be a simple person :)

2 thoughts on “”

Ada komentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s