[Curcol] Silaturahim ke Pak Wahyu (Guru Fisika SMK N 2 Yogyakarta) dan Kejadian2 Lain yang Menyertainya

Selasa sore, 28 Agustus 2012.

(foto menyusul)

bismillaahirrahmaanirrahiim…

Senin pagi, saya disms Diyah Super, yang menanyakan kira-kira siapa guru SMK 2 yang bisa dikunjungi untuk silaturahim dari Sketsa “Mitra Membangun Generasi Masa Depan”, di Senin sorenya. Setiap tahun, biasanya di bulan Syawal, Sketsa memang selalu keliling silaturahim ke berbagai mitra, khususnya ke guru-guru sekolah dan instansi pendidikan.

Di SMK 2, ada beberapa guru yang kami kenal dengan cukup baik. Yang saya punya nomor kontaknya, ada Pak Kharis (Wakasek Kesiswaan), Bu Rubiah (guru Agama), Pak Wahyu (guru Fisika), dan Pak Imron (guru Pembina Rohis). Sayangnya, saya malah belum kenalan sama Pak Kepala Sekolah-nya 😦 Guru yang baru saja berurusan dengan kami adalah Pak Wahyu, terkait Pesantren Kilat saat bulan Ramadhan lalu. Jadilah saya putuskan untuk coba bersilaturahim ke rumah Pak Wahyu dulu saja…

Namun oh namun, ternyata jadwal road-showan Sketsa di Senin sore itu cukup padat. Kira-kira jam 5 sore rombongan baru selesai silaturahim di rumah Bu Ida (guru SMK 4) di Nitikan. Padahal rumah Pak Wahyu di Moyudan. Dari pojok tenggara Kota Jogja ke pojok barat daya Sleman. Wah, kira-kira maghrib dong sampai di rumah Pak Wahyu-nya.

Akhirnya saya putuskan untuk pindah hari saja, jadi Selasa sore. Biar tidak mengganggu waktu privat keluarga Pak Wahyu setelah maghrib. Kurang ahsan juga buat akhwat kalau terlalu malam karena medan yang cukup sepi dan gelap gulita. Alasan lain ganti hari juga karena di Senin sore itu sebenarnya saya sudah punya rencana mau nguntabke mas Nasikun di bandara, yang berangkat kuliah di Korea Selatan… :Dv

Oke, hari Selasa kemarin adalah hari yang cukup crowded. Ngejar deadline ngumpulin berkas untuk yudisium nih. Beli kertas berlogo UGM, ngeprint warna buat laporan kerja praktek sekalian njilid, nyari tanda tangan Pak Juni (laboran Sistem Digital), ketemu dosen pembimbing buat nge-fix-in revisi skripsi, berbahagia bersama temen-temen yang lagi wisuda di Grha Sabha, ng-edit2 skripsi lagi, ngeprint dan njilid skripsi.

Yang memperparah keadaan adalah siang itu sinyal hape tiba-tiba hilang blass. Ada dua hape (yang 1 pake 3, yang 1 pake telkomsel) dua-duanya gak bisa buat telpon dan sms. Saya pun menduga-duga bahwasanya mungkin karena lagi ada banyak orang di UGM (lagi ada wisuda gitu), terus sinyalnya rebutan dan menimbulkan galat yang cukup parah. Saya pun gak mikir masalah ini lama-lama karena jiwa saya saat itu lagi mikirin nasib si skripszyeah itu.

Sekitar jam 15.30 saya baru bisa bernafas agak lega karena skripsi udah kelar di-print, tinggal nyari yang bisa njilid hard cover tinta emas dengan ekspress. Barulah saya mikirin nasib si kedua hape itu. Kok sinyalnya gak nongol-nongol sih, kan kudunya UGM udah gak patek rame kayak siang tadi… Akhirnya saya restart tuh HP, ternyata akhirnya nongol juga sinyalnya -.- Tapi yg Telkomsel tetep gak bisa. Entah kenapa, keblokir.

Masuklah sms-sms yang menanyakan kepastian silaturahim ke rumah Pak Wahyu itu… Masuk juga konfirmasi tidak bisa dari beberapa kawan yang dihubungi… Selain ngajakin personil Sketsa, saya juga invite mentor-mentor, anak-anak Rohis SMK 2, dan alumni anyaran yang dulu rajin mentoring. Tapi ternyata Rohis ada acara syawalan, beberapa mentor tak mampu hadir, dan sms saya ke alumni2 anyaran itu tak kunjung berbalas *brokenheart*

Jadinya, lima pejuang Sketsa mengendarai kuda besi kami ke rumah Pak Wahyu di Moyudan sana. Wawand, Dodi, Diyah, Isti, dan saya. Pengelola mentoring SMK 2 lainnya mana dong? Takdir Allah, Nurdin (koordinator pengelola mentoring di SMK 2) terkena kecelakaan di siang harinya. Ditabrak. Katanya dia-nya gak papa, yang parah malah yang nabrak, sampai patah tulang di beberapa bagian tubuh. Jadi, dia masih ngurusin itu… Pengelola mentoring akhwat lainnya, Risma ngerjain tugas ospek sama kelompok ospeknya. Pity juga gak bisa ikutan…

Alhamdulillah tidak nyasar sampai rumah beliau. Berbekal sms ancer2 dan ingatan masa lalu, rumah Pak Wahyu ditemukan dengan mudah. Kami pun disambut dengan hangat.

Keluarga kecil Pak Wahyu lengkap ada di rumah semua: Pak Wahyu, Bu Wahyu, anak sulung yang perempuan (usia TK/SD kelas kecil), dan anak bungsu laki-laki yang gaya berjalannya unyuu banget (baru mau masuk playgroup).

Diawali dengan perkenalan, karena di antara kami berlima, baru saya yang saling kenal dengan beliau… Lalu Bu Wahyu datang sambil membawa hidangan. Dan mengobrol dengan saya, diyah, dan isti (para akhwat). Jadi, di ruang tamu itu terbentuk dua grup perbincangan. Grup ikhwan dan akhwat ngobrol sendiri-sendiri. Hehe :pv

Bu Wahyu bilang beliau adalah “petani”. Beliau mengabdi di Departemen Pertanian. Bu Wahyu rupanya adalah mantan aktivis Dakwah Sekolah (DS) juga lho! Beliau alumni SMA N 2 Yogyakarta angkatan ’97. Wow, ternyata DS sudah ada sejak lama sekali yaa… Tapi masih belum terang-terangan sih. Dakwahnya masih sirr, belum jahr. Setelah lulus SMA, beliau sempat aktif di Sm@rt Syuhada juga selama dua tahun. Lalu, ditarik ke Dakwah Kampung. Mengabdi di kampung.

Nah, lalu beliau cerita deh suka-duka Dakwah Kampung dan perbedaannya dengan DS.

Dakwah di sekolah itu lebih enak daripada di kampung. Di sekolah, objeknya sudah tersedia dan mudah untuk diajakin forum-forum gitu. Gak usah nyari udah teng telecek. Masih pada polos dan kritis juga kan. Tantangannya adalah seberapa kuat kita bisa memegang mereka. Tinggal adu kuat-kuatan aja.

Itu beda dengan di kampung. Di desa, mau bikin semacam forum mentoring gitu cukup susah. Bisa ngumpulin ibu-ibu buat rutin ngaji aja udah Alhamdulillah. Remaja-remaji sudah punya kesibukan sendiri-sendiri jadi lebih susah juga buat diajak ngumpul forum mentoring.

Jadii, bersyukurlah medan kalian itu di sekolah! Meskipun masalah itu selalu ada, tapi jauh lebih ringan daripada di medan lain..

Kalau di sekolah, pengelola mentoring biasanya susah cari mentor kan karena kebutuhan yang sangat banyak. Tapi kalau di kampung, stok mentor katanya malah banyaak, lebih susah nyari mentee-nya. Katanya sebenernya ibu-ibu juga mau-mau aja lhoo kalau “megang” remaja gituu.

-Intermezo, si kecil jatuh “ngglebag”. Nangis. Bu Wahyu menenangkan si kecil. Grup ngobrol kembali menyatu dengan yang ikhwan-

Pak Wahyu bilang bahwa rencananya setiap jumatan, siswi-siswi ada kegiatan khusus biar waktunya lebih bermanfaat. Yang muslimah ikut mentoring, yang non-muslimah ada pembinaan juga dari guru agama masing-masing. Keinginan beliau, mentoring putri itu nantinya akan menjadi kegiatan wajib yang berpengaruh pada nilai pelajaran agama pada rapor siswa.

Tapi ini belum deal sih. Rencananya (lagi) sebelum pertengahan September takmir dan guru agama akan ada pertemuan dengan Sketsa (khususnya pengelola mentoring di SMK 2) untuk perkenalan lebih dalam lagi dan pemaparan program-program yang akan dilaksanakan. Biar guru-guru agama lain juga kenal sama Sketsa. Tolong dipersiapkan dulu saja bahan-bahannya.

Kasus lainnya, setiap Jumat jam 11.30 gerbang SMK 2 itu sudah terkunci. Tujuannya agar siswa muslim melaksanakan shalat Jumat di masjid sekolah. Pak satpamnya juga jumatan. Nah, kalau ada mentor yang telat, jadi gak bisa masuk deh, apalagi ngisi mentoring. Kalau beruntung, bisa nemu pintu yang gak kekunci di deket pos polisi Jetis itu atau lewat pintu di lapangan belakang. Kalau sedang tidak beruntung, nunggu sampai sekitar jam 12.30 di luar gerbang, sampai pak satpam selesai shalat Jumat dan membukakan pintunya…

Kalau untuk masalah mentor-mentor yang kekunci itu, sepertinya mentor memang kudu menata jadwal dengan lebih baik.

Jam 17.30, kami pamitan. dan foto-foto pastinya.

FYI, paskibraka putra wakil DIY di upacara bendera di istana negara bulan lalu itu, anaknya Pak Imron lho! Subhanallaah…

Iklan

Penulis: fayruzrahma

always trying to be a simple person :)

Ada komentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s