[Resume] Evaluasi Performa Multihomed NEMO

[Resume Paper] Performance Evaluation of Multihomed NEMO
Md. Shohrab Hossain, Mohammed Atiquzzaman, William Ivancic
IEEE ICC 2012 - Wireless Networks Symposium

Pendahuluan

Internet Engineering Task Force (IETF) telah menstandarkan NEtwork MObility Basic Support Protocol (NEMO BSP) untuk memfasilitasi konektivitas Internet yang kontinyu pada hosts di jaringan yang bergerak.

Di jaringan yang bergerak (mobile network — MN), Mobile Router (MR) beraksi sebagai gateway dari semua node dan menghubungkannya dengan Internet. Mobile router biasanya memiliki kemampuan transmisi tinggi dan energi yang digunakan misalnya bersumber dari kendaraan.

Pada basic NEMO, MR hanya menggunakan interface tunggal untuk terhubung dengan access network. Saat handover, NEMO harus memutuskan koneksi dengan access network yang lama sebelum membangun koneksi yang baru (‘break-before-make’). Hal ini menyebabkan handover latency dan packet loss yang tinggi.

NEMO orisinil hanya mendukung satu care-of-address yang dapat didaftarkan ke home agent (atau ke correspondent node). Namun, penggunaan beberapa interface fisik di MR bermanfaat untuk: meningkatkan ketersediaan koneksi, toleransi kesalahan, load balancing, dan distribusi aliran paket melalui akses wireless simultan.

Tahun 2009, IETF mengusulkan ekstensi NEMO yang mengizinkan registrasi Multiple Care-of Addresses (MCoA) tanpa menetapkan cara pemanfaatannya untuk handover yang mulus. Aturan registrasi MCoA dapat digunakan untuk membangun koneksi baru sebelum terputus dengan koneksi yang lama, disebut juga strategi make-before-break.

Penelitian ini menggunakan pendekatan cross layer untuk memanfaatkan ekstensi multihomed NEMO dan melakukan eksperimen serta analisis mendalam untuk mendemonstrasikan handover mulus-nya NEMO. Skema yang diajukan adalah pendekatan cross layer yang mendeteksi kekuatan sinyal link layer di area overlapping dan membuat keputusan soft handover.

Arsitektur NEMO

Arsitektur multihomed NEMO

MR beraksi sebagai gateway untuk semua node (Mobile Network Node — MNN) yang berada dalam mobile network. Suatu jaringan bergerak dapat memiliki berbagai tipe MNN: Local Fixed Nodes (LFN), Local Mobile Nodes (LMN), dan Visiting Mobile Nodes (VMN). LFN tidak bergerak terhadap MN. Semua mobile node adalah MIPv6 capable. MR terhubung ke Internet melalui Access Router (AR).

Jaringan bergerak biasanya terhubung dengan jaringan rumah (home network), di mana MR terdaftar dengan router Home Agent (HA).  HA diberi tahu tentang lokasi MR, dan mengirimkan paket yang dikirim Correspondent Node (CN) kepada MNNs.

Di NEMO BSP, MR meyakinkan konektivitas semua hosts di dalam jaringan bergerak ketika MR mengubah point of attachment ke Internet, saat bergerak dari home network ke foreign network.

  1. Ketika MR mengubah point of attachment, MR membutuhkan care-of-address baru dari foreign network yang dikunjungi.
  2. MR mengirim Binding Update (BU) ke HA-nya.
  3. HA membuat entri cache (peta alamat rumah MR dan pasangan care-of-address-nya).
  4. HA membuat bidirectional tunnel antara HA dan MR.
  5. CN mengirim data ke MNN, paket dirutekan ke HA.
  6. HA menengok entri cache dan mengirimkan paket tersebut ke MR melalui bidirectional tunnel.
  7. MR menerima paket, men-decapsulate-nya, dan mengirimkan paket tersebut ke MNN.

Skema Seamless Handover yang diajukan untuk NEMO MCoA

Protokol dasar NEMO hanya mengizinkan satu registrasi care-of-address dari suatu MR. Perangkat wireless yang tersedia saat ini memiliki banyak interface jaringan yang bertujuan untuk mendapatkan konektivitas konstan dengan Internet, melalui teknologi-teknologi akses yang berbeda, misalnya: WiFi, GPS, dan jaringan 3G. Maka, penelitian ini mengusulkan pendekatan cross layer.

Diagram alir dari soft handover yang diusulkan adalah sebagai berikut:

flowchart of soft handover M-NEMO

Konfigurasi Eksperimen

Evaluasi performa menggunakan perangkat asli, yaitu testbed eksperimen berbasis Linux. Terdapat beberapa implementasi Basic NEMO yang open source, misalnya NEPL dan SHISHA. Penelitian ini menggunakan implementasi NEPL karena berbasis Linux (sedangkan SHISHA berbasis platform BSD).

Perangkat yang terhubung dengan jaringan bergerak diletakkan di troli yang dipindahkan dari jaringan rumah dan asing. Data handover ditangkap dengan alat analisa protokol jaringan wireshark.

Experimental Setup multihomed nemo

 

Pada pengujian Multihoming NEMO (M-NEMO), MR dilengkapi dengan dua kartu NIC wireless yang mampu terhubung dengan kedua link foreign secara simultan ketika mobile network berada di area cakupan radio kedua AR.

Hasil Penelitian

Hasil pengujian menunjukkan bahwa waktu yang dibutuhkan M-NEMO untuk handover jauh lebih kecil dibandingkan dengan Basic NEMO. Dengan teknologi M-NEMO, throughput pada saat handover juga tidak terlalu berpengaruh (seamless handover). Round Trip Time pada M-NEMO juga jauh lebih kecil dibandingkan dengan Basic NEMO.

Iklan

Penulis: fayruzrahma

always trying to be a simple person :)

Ada komentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s