Mentoring Oke, Prestasi Kece!

Sepekan pasca berjumpa lagi dengan Jogja setelah setahun tak bertemu, saya ditodong teman saya, Peni, untuk jadi salah satu pembicara talk show mentoring di SMA N 3 Yogyakarta alias Padmanaba. Judul talkshownya: Mentoring Oke, Prestasi Kece!
Dari judulnya, kelihatan dong yaa tujuan talkshownya untuk apa :3

Yang berbicara di talkshow itu ga cuma saya sendiri. Ada Ika Feni alumni Delayota, seorang penulis dan entrepreneur. Beliau berprestasi di kejuaraan-kejuaraan wirausaha dan telah menerbitkan buku. Yang lagi dipromosiin sekarang ini ada So’Jaim, tempat makan bertema jamur tiram dengan menu unggulannya adalah siomay jamur.

(Kalau mau mampir boleh loh, di Jalan Kaliurang masih deket UGM. Tepatnya, belokan toko GadingMas itu ke timuuur. Resto-nya di kiri jalan :))

Salah satu pembicara lagi, Nur Isnaini Masyithoh, alumni Padmanaba. Beliau ini penulis juga dan udah malang melintang ke luar negeri, misal ikut program YES AFS dan berbagai program lain ke berbagai negara.
Dunia itu kecil nan sempit, Isna ini adiknya temen saya di SMA .__.

Hari talkshownya: Senin 25 Agustus 2014. Sebelumnya, kami pembicara sudah diberi list pertanyaan yang akan didiskusikan. Nah, daripada ini rangkuman jawaban nganggur geje di memori laptop, mending saya share saja ya. Semoga bermanfaat 😉

Bagaimana Anda berkenalan dengan mentoring (termasuk sejak kapan)?

Dulu di SD ada semacam mentoring juga, namanya “Nisa’iyah”. Pengajian perempuan yang dibagi per kelompok2 kecil, saat siswa putra lagi Jumatan.

Kalau yg mentoring beneran mulainya pas masuk SMA. Ada sesi pendampingan dari kakak-kakak kelas setiap pekan, buat bantu adaptasi di SMA (Salam Awal Al-Uswah. SAA). Terus lanjut mentoring regular, yg diasuh kakak-kakak alumni. Dulu mikir semacam, “wah kakak2 ini keren banget yaa, udah lulus tapi masih peduli sama adek2nyaa… salut!”

Hal apa paling membekas/berkesan yang anda temui /rasakan selama mengikuti mentoring?

Banyaak. Kalau flashback, mungkin yg bikin bersyukur itu adanya perkembangan yang sangat positif sejak aku kenal mentoring (awal SMA itu) sampai saat ini. Kalau dibikin grafik perkembangan hidup, emang ga mulus naik turun. Tapi, overall insya Allah semakin naik… Aku bersyukur banget berada di lingkungan yg sangat positif.

Salah satu sesi mentoring yg aku masih inget sampai sekarang, itu saat mbak mentorku membahas tentang “shibghoh” atau “celupan”. Apakah kita mau mewarnai atau diwarnai?

Bentuk kegiatan mentoring yang paling disukai? Rihlah, makan bersama, ke panti bersama, mentoring regular, dll. Ceritakan yang paling di sukai.

Karena aku suka main, aku suka outbond. Games2 gitu sambil jalan2 menyusuri alam bareng temen2, itu memorable banget karna jarang dilakuin, fun & fresh. Bisa tadabur alam sekaligus mengeratkan persaudaraan.

Mentoring regular juga seru soalnya kita bisa saling berbagi hepi & sedih bareng2, di jalan yg insya Allaah positif.

Manfaat apa yang Anda rasakan selama mengikuti kegiatan mentoring selama ini?

Insya Allah, semoga semakin mendekatkan kita dengan Allaah swt…

Tambah ilmu, itu pasti.

Jaringan makin luas, kenal banyak temen-temen yg kegiatannya macem2, misal ada anak teater, pecinta alam, KIR, rohis, osis, dsb… karna kadang ada rolling jadi temen mentoringnya ganti2… kalo ga ikut mentoring mungkin aku dulu cuma kenal temen sekelas sama temen ekskul doang…

Salah satu mbak mentorku dulu bilang, salah satu manfaat mentoring adalah sebagai “charger” untuk kegiatan sepekan ke depan.

Menurut Anda, apa arti penting mentoring bagi diri Anda? Tiga kata untuk mendeskripsikan mentoring adalah

hangat, positif, istimewa!

Hangat, karena kita dapat keluarga kecil baru.

Positif, karena kita diarahkan untuk selalu berhati, berpikir, dan berlaku positif. Berlomba-lomba dalam kebaikan.

Istimewa, karena membimbing kita dan sekeliling kita untuk jadi orang yang semakin istimewa.

Bagaimana mengatur waktu antara mentoring dan kegiatan lainnya?

Mentoring kan cuma 2-3 jam dalam sepekan. Sedangkan kita sepekan punya 24×7 = 168 jam. Dengan manfaat yg luar biasa gitu, masa’ ga mau sih ngeluangin 1,8% waktu kita dalam sepekan buat mentoring?

Harus dikomunikasiin sama temen-temen sekelompok, waktunya yg enak gimana, biar ga bentrok sama kegiatan lain. Enaknya sih waktu mentoringnya ga berubah2, jadi kita bisa ngatur biar kegiatan lain kita biar ga tabrakan sama jadwal mentoring.

Waktu mentoring di Taiwan, temen2 sekelompoknya dari luar2 kota.. Ketemuan langsung tatap muka 2 pekan sekali. Online 2 pekan sekali, malam sampai tengah malam karna di waktu lain pada sibuk penelitian (jadi tiap pekan tetep ada mentoring). Yg tatap muka, paling jauh jaraknya 4 jam naik bus. Jadi perlu alokasi waktu seharian buat mentoring yg ketemu langsung… demi ketemu temen-temen seperjuangan… Bersyukurlah kelompok mentoring kalian cuma se-SMA, jadi cuma perlu spare waktu maksimal 3 jam 😀

Apa nih pengalaman terbaik dalam hidup Anda? (yang ada kaitannya dengan mentoring)

Pengalaman terbaik, banyaak… buatku pengalaman2 itu semacam scene2 dalam film, yg kelihatan lebih indah kalau dilihat sebagai satu film kehidupanku yg utuh. Jadi semua pengalaman yg tlah berlalu pasti istimewa karna yg nulis scenario kan Allah swt…

Apa kaitan/sumbangsih mentoring dengan pengalaman/prestasi Anda?

Mentoring itu salah satu cara untuk selalu mengingatkanku bahwa semua yg aku lakuin itu harus selalu bertujuan/berniatkan untuk mencari ridha Allah… Jadi, saat aku gagal, aku bisa lebih nrimo, mungkin menurut Allah aku memang belum mampu untuk mengemban kesuksesan tersebut… Atau mungkin Allah punya scenario yg lebih indah.

Saat aku sedang dapat suatu yg membahagiakan, aku bersyukur atas nikmat yg tlah Allah swt. berikan. Berusaha selalu ingat, semoga hasil akhir tsb selalu diiringi dgn niat awal, mencari ridha Allah swt. Dan tetap waspada, bisa jadi sukses yg sedang diterima saat itu merupakan salah satu ujian dari Allaah.

Kesuksesan & kegagalan yg dialami teman-teman mentoring juga bisa jadi pembelajaran yg berharga untukku..

Bagaimana perasaan beradaptasi di luar negeri yang muslimnya minoritas?

Alhamdulillah meski berada di negeri yg muslimnya sangat minoritas, saya berada di lingkungan muslim sehingga banyak dibantu senior untuk beradaptasi, misalnya ada booklet halaal untuk memudahkan makan. Diajarin karakter mandarin, yg pertama kali dihafal: karakter daging dan babi.

Dengan hidup di luar negeri, jadi lebih waspada & berusaha lebih memahami ilmu Islam. Biar bisa menjelaskan tentang Islam ke orang2 asing yg tanya2 dengan jawaban yang simpel dan mudah dipahami. Segala sesuatu yg dilakukan pasti akan merepresentasikan Islam, jadi jangan sampai berbuat yg ga mengenakkan orang lain di situ…

Alhamdulillaah, orang-orang Taipei cukup toleran sehingga kita bisa beribadah hampir di mana pun. Tinggal gelar alas shalat di tempat yg dirasa nyaman. Shalat di tempat umum jadi salah satu cara untuk dakwah juga, karena mereka pasti ngelihatin dan mikir “itu lagi ngapain sih?”. Alhamdulillah belum pernah dapet pengalaman diusir saat shalat. Tapi ada sih, temen yg pernah diusir pas shalat sunnah ba’diyah.

Bagaimana perkembangan teknologi, termasuk teknologi informasi dalam era sekarang, dalam pendidikan karakter remaja islam?

Teknologi sekarang udah canggih banget yaa. Jadi seringkali kalau kita butuh tau apa gitu, andalannya googling… Jadi kita semakin dimudahkan dalam mencari ilmu. Tapi mungkin terkadang kecanggihan teknologi ini bisa bikin kita terlena. Jadi malas baca buku tebal, jadi malas datang ke kajian karna mungkin mikir, toh ilmunya sudah bisa didapat dari googling… Padahal ilmu ataupun pengembangan karakter itu didapat ga hanya dari membaca instan, tapi juga dari merasakan emosi saat kita berada di kajian ataupun kumpul dari teman2 mentoring, atau bisa juga dari bersusah payah membaca kitab…

Informasi juga banjir banget di Internet, kita sebagai remaja Islam kudu pinter-pinter nge-filter berita dan jangan mudah kepancing emosi.

Ada juga beberapa teknologi yg memudahkan/menyemangati kita dalam beribadah, misalnya ODOJ yg memanfaatkan whatsapp/facebook, situs quran.community untuk semangati menghafal, http://makkahlive.net/makkahlive.aspx untuk semangati pergi haji/umrah, dsb.

Kesimpulannya, teknologi udah memudahkan kita banget dalam meng-upgrade dan memberi lingkungan / mengondisikan yg mendukung pengembangan karakter remaja Islam. Tapi, semoga kita tidak terlena dengan kemudahan tersebut…

Sesi terakhir, memberikan motivasi agar adik-adik bersemangat mentoring dan berprestasi melalui motto hidup maupun kata-kata penyemangat/mutiara.

Selalu evaluasi niat kita. Jangan sampai kita ikut mentoring cuma karena gak enakan sama mbak mentor atau cuma ikut seru-seruan bareng temen-temen… Semoga niat lurus kita selalu terjaga, mentoring untuk meraih ridha Allaah swt. Aamiin…

asmanadia_quote

*mohon bantu koreksi kalau ada yang salah. terima kasih 🙂

Iklan

Penulis: fayruzrahma

always trying to be a simple person :)

Ada komentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s