Sepenggal Kisah Monitor Lawas

Sebuah monitor komputer lawas, awalnya hanya teronggok begitu saja di suatu rumah.

Sosoknya yang sudah menguning nan berdebu, ada bekas plester dan coretan, kabel serial yang sudah agak berkarat, bobot beratnya dan bentuk besarnya yang mengurangi mobilitas, membuat dia kalah pamor dibandingkan laptop masa kini yang kinclong, ringan, dengan layar yang slim.

Monitor ini, cuma menuh-menuhin rumah aja.

Kemudian dia berpindah tangan.
Dari si empunya, ke pengelola barang bekas (barkas).

Di gudang barkas pun, dia terpojokkan.
Literally, letaknya di pojok.
Tenggelam di antara barkas-barkas lain yang lebih gress.

Si penjual barkas tidak punya ekspektasi tinggi padanya.
Dia tidak tahu, monitor ini berfungsi atau tidak, karena tidak ada kabel power-nya.
Dari penampakannya, agak meragukan.

Di kala barkas-barkas lain dipotret di tempat yang lebih bercahaya agar tampak lebih menarik dan menjual, monitor lawas ini dipotret bercahayakan lampu temaram gudang.
Sekali saja, tanpa re-take.
Dan hanya satu angle saja.
Agak blur, biar sajalah.

Monitor lawas ini difoto terakhir, karena letaknya di pojok.
Si penjual ini sudah capek, enggan untuk angkut dia ke tempat yang lebih bersinar.
Berat.

Lalu, foto agak-gelap monitor lawas ini bersanding dengan foto-foto barkas lainnya di situs jual beli online.

Seonggok monitor lawas di pojok ruangan
Seonggok monitor lawas di pojok ruangan

Dan ternyata, ada yang tertarik.

Seorang mahasiswa semester atas sedang berjuang menyelesaikan tugas akhir.
Layar laptopnya mendadak rusak, di saat genting seperti ini.
Penggantian layar laptop baru akan merogoh kocek yang cukup dalam.
Monitor lawas menjadi alternatif solusi yang mudah dan murah.

Setelah dicoba, ternyata monitor ini berfungsi!

Kesimpulannya,
Rumah mantan pemilik monitor lawas menjadi lebih lega.
Mahasiswa bisa mengerjakan tugas akhir.
Toko barang bekas mendapat pemasukan dana untuk keperluan sosial.

————————————————————————————————–

Bahagia itu sederhana.

Ketika akhirnya barang yang tadinya tidak produktif dan dipikir bukan apa-apa, menjadi lebih bermanfaat, Insya’aLlaah…
Alhamdulillaah 🙂

Dan sungguh, jangan anggap sebelah mata apapun, siapapun. #ntms
Karena tidak ada ciptaan Allaah swt. yang sia-sia.
Kalaupun saat ini terlihat buruk, ke depannya belum tentu.
Kalaupun memang hakikatnya buruk, pasti ada hikmahnya.

————————————————————————————————–

Yuk, salurkan barang bekas Anda yang layak pakai ke Indonesia Peduli.
Siapa tahu, sesuatu yang untuk Anda tidak bermanfaat, bisa berdaya guna bagi orang lain.
TwitterFacebookOLX Indonesia Peduli

#ujungujungnya promosi :3

Iklan

Penulis: fayruzrahma

always trying to be a simple person :)

Ada komentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s