Quality of Service (QoS) dan Quality of Experience (QoE) pada Jaringan Internet

Artikel ini merupakan rangkuman dan terjemahan bebas dari artikel "Quality of Service and Quality of Experience: Network Design Implications" di The Internet Protocol Journal Volume 19 No. 1, halaman 14-40

Dari hari ke hari, internet semakin berkembang pesat. Volume traffic internet semakin lama semakin besar, jenisnya pun semakin beraneka ragam. Cloud computing, big data, mobile computing, serta peningkatan penggunaan traffic video dan gambar berkontribusi dalam kompleksnya pengelolaan performa kepuasan atas jaringan.

Dua hal penting dalam pengukuran performa jaringan yang ingin dicapai oleh perusahaan adalah kualitas pelayanan (Quality of Service – QoS) dan kualitas pengalaman (Quality of Experience – QoE). QoS dan QoE membuat manajer jaringan dapat menentukan apakah jaringan telah memenuhi kebutuhan pengguna dan mendiagnosa area masalah yang membutuhkan penyesuaian dalam manajemen jaringan dan kontrol traffic jaringan.

Beberapa mekanisme QoS telah dikembangkan, misalnya Integrated Services Architecture (ISA) dan Differentiated Service (DiffServ) [1]. Service Level Agreement (SLA) juga dikembangkan agar layanan yang disediakan untuk berbagai pelanggan dapat disesuaikan dan diprediksi. Mekanisme-mekanisme tersebut memiliki dua tujuan:

  1. Mengalokasi sumber daya jaringan secara efisien untuk memaksimalkan kapasitas efektif jaringan
  2. Agar pelanggan dapat ditawari level-level QoS yang berbeda berdasarkan kebutuhan mereka

QoS bersifat objektif dan kuantitatif, pengukurannya dilakukan berdasarkan kondisi nyata dari jaringan. Sementara itu, QoE bersifat subjektif karena mengandalkan opini pelanggan terhadap layanan yang digunakannya. Tantangan terbesar dalam pengadaan QoE adalah pengembangan metode efektif untuk mengonversi fitur-fitur QoE menjadi ukuran kuantitatif dan menerjemahkan ukuran QoE menjadi ukuran QoS.

Rangka Kerja Arsitektur QoS

[2] menyediakan rangka kerja arsitektur secara keseluruhan yang berhubungan dengan berbagai elemen yang termasuk ketentuan QoS.

QoS framework
Rangka kerja arsitektur untuk dukungan QoS

Data plane berisi mekanisme-mekanisme yang beroperasi secara langsung terhadap aliran data, antara lain:

  1. Queue Management (manajemen antrian). Algoritmanya mengelola panjang antrian paket dengan menghapus paket-paket bila layak untuk dihilangkan. Hal ini untuk menghindari kemacetan pada aliran data.
  2. Algoritma Queue & Scheduling (antrian & penjadwalan) menentukan paket mana yang akan dikirim selanjutnya. Hal ini bertujuan untuk mengelola alokasi kapasitas transmisi dalam aliran data.
  3. Congestion Avoidance (pencegahan kemacetan), untuk menjaga beban jaringan sesuai dengan kapasitasnya, agar jaringan dapat beroperasi pada level kinerja yang sesuai.
  4. Packet Marking berfungsi untuk menandai tingkat kepentingan suatu paket sehingga paket tersebut berhak menerima perlakuan khusus dalam jaringan, atau menandai bahwa paket tersebut tidak penting sehingga layak dibuang ketika kemacetan dalam jaringan terjadi.
  5. Traffic classification mengklafikasi paket kepada suatu kelas traffic, misalnya berdasarkan alamat sumber dan tujuan, konten paket, dan tanda QoS pada paket.
  6. Traffic policing.
  7. Traffic shaping mengontrol kecepatan dan volume traffic yang masuk dan melintasi jaringan berbasis per aliran data.

Control plane berkaitan dengan pembuatan dan pengelolaan “jalan” di mana data pengguna mengalir. Mekanismenya antara lain:

  1. Admission control menentukan traffic pengguna seperti apa yang berhak memasuki jaringan.
  2. QoS routing menentukan jalur jaringan yang dapat mengakomodasi QoS yang diminta dari suatu aliran data.
  3. Resource reservation memesan sumber daya jaringan berdasarkan permintaan untuk menghasilkan kinerja jaringan yang diinginkan oleh suatu aliran data.

Management plane berisi mekanisme yang memengaruhi mekanisme control dan data plane, yaitu:

  1. SLA, merupakan perjanjian antara pelanggan dan penyedia layanan yang menspesifikasikan tingkat ketersediaan, kemampuan layanan, operasi, performa, dan sifat-sifat layanan lainnya. Contoh SLA: keterlambatan maksimal 45 ms, rerata paket hilang kurang dari 0,1%.
  2. Traffic metering & recording memonitor sifat-sifat dinamis arus traffic, misalnya kecepatan data dan laju data yang hilang.
  3. Traffic restoration mengacu pada respons jaringan terhadap kegagalan.
  4. Policy mengacu pada suatu set peraturan untuk administrasi, pengelolaan, dan kontrol akses ke sumber daya jaringan.

Teknik Pengukuran Jaringan

Teknik pengukuran jaringan dapat bersifat aktif atau pasif.

Teknik aktif memerlukan injeksi paket ke dalam jaringan yang bertujuan khusus untuk pengukuran jaringan tersebut. Kelemahannya, teknik ini membuat beban jaringan bertambah sehingga dapat memengaruhi hasil pengukuran.

Teknik pasif mengamati dan mengekstrak metrik dari traffic yang ada. Pendekatan ini dapat membongkar konten traffic internet kepada pihak yang tidak diinginkan sehingga menimbulkan perhatian pada keamanan dan  dan kerahasiaan data.

Lapisan-lapisan QoE

Kualitas pengalaman (QoE) adalah tingkat kesenangan atau kejengkelan pengguna terhadap suatu aplikasi atau layanan [3]. Hal ini merupakan hasil dari pemenuhan ekspektasi pengguna sehubungan dengan kegunaan dan/atau kenikmatan aplikasi atau layanan dalam sudut pandang kepribadian dan kondisi pengguna.

qos qoe are
Model lapisan QoS/QoE

Referensi

[1] Geoff Huston, “QoS—Fact or Fiction?” The Internet Protocol Journal, Volume 3, No. 1, March 2000.

[2] ITU-T, “An Architectural Framework for Support of Quality of Service in Packet Networks,” Recommendation Y.1291, May 2004.

[3] Sebastian Möller, Patrick Le Callet, and Andrew Perkis, “Qualinet White Paper on Definitions on Quality of Experience – Output Version of the Dagstuhl Seminar 12181,” European Network on Quality of Experience in Multimedia Systems and Services, COST Action IC 1003, 2012.

Iklan

Penulis: fayruzrahma

always trying to be a simple person :)

2 thoughts on “Quality of Service (QoS) dan Quality of Experience (QoE) pada Jaringan Internet”

Ada komentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s