Pengalaman Tes Seleksi Calon Dosen Tetap UII

Saya memang sudah berniat untuk menuliskan pengalaman tes seleksi yang luar biasa ini, apapun hasilnya nanti. Kalau keterima ya alhamdulillah, kalau belum keterima ya mungkin belum takdirnya, hehe…

Sebelum saya melaksanakan tes ini, saya sempat surfing internet untuk cari tahu pengalaman seleksi sebelumnya. Namun ternyata referensinya masih sangat terbatas.
Semoga apa yang saya bagikan ini bisa menambah referensi rekan-rekan sekalian 🙂

Berdasarkan hasil ngobrol-ngobrol dengan peserta tes lainnya, susunan tes seleksi biasanya berubah-ubah, namun komponen ujiannya mirip lah. Berikut ini akan saya ceritakan proses seleksi yang saya alami…

Tes Seleksi Administrasi

Peserta mengumpulkan berkas secara online. Berkas yang dikumpulkan cukup banyak; mulai dari yang umum seperti ijazah dan transkrip, sampai dengan berkas yang jarang diminta Perguruan Tinggi (PT) lain seperti fotokopi KK dan akta lahir terlegalisir. Ada juga surat pernyataan bermaterai sejumlah enam jenis.
Harus rela mengurus ke sana kemari demi kelengkapan berkas.

Peserta yang diumumkan lolos seleksi administrasi kemudian mengumpulkan berkas fisiknya ke kantor SDM UII.

Tes Seleksi Tahap I

Pada periode ketika saya mengikuti tes ini, yang lolos seleksi berkas dan mengikuti tes seleksi pertama mencapai 175 orang.

Hari pertama tes seleksi tahap I, peserta diuji dengan soal bahasa Inggris dan kemampuan dasar. Hari kedua, ada tes tertulis agama Islam dan tes pengetahuan umum.

1. Bahasa Inggris

Tes Bahasa Inggris menggunakan CEPT dari CILACS UII, yang mana menurut saya tesnya lebih kompleks daripada tes TOEFL ITP. Di bagian listening, ada mengisi titik-titik (tulisan tangan, bukan pilihan ganda). Di bagian reading, ada soal pernyataan yang pilihan jawabannya: true, false, not given berdasarkan bacaannya. Ada yang suruh mencocokkan pernyataan dengan nomor paragrafnya. Dan bentuk-bentuk soal lainnya yang masih asing bagi saya karena saya belum pernah sama sekali tes CEPT. Saya agak keteteran di bagian listening karena waktu yang sangat terbatas untuk menuliskan jawaban isiannya…

Saran saya, cobalah untuk mengambil CEPT sebelum mendaftar dosen UII. Biar ada pengalaman dan nggak kaget ketika ujian.

2. Tes Kemampuan Dasar

Tes ini juga menurut saya lebih susah (banget) daripada tes PAPs-nya UGM. Ketika saya ikut tes PAPs, saya masih punya banyak waktu untuk mengoreksi jawaban saya sebelum waktunya habis. Tapi di tes kemampuan dasar yang ini tidak. Saya banyak menjawab ngawur karena pada saat lima menit sebelum waktu habis masih banyak soal yang belum saya jawab.

Sebagai gambaran, terdapat tiga subtes: verbal, numerik, dan logika/analitik. Masing-masing memiliki 50 soal dengan alokasi waktu tiap subtes adalah 40 menit. Jadi, satu soal harus selesai kurang dari satu menit.

Masalahnya, soalnya nggak simpel. Soal numerik ada sih yang mudah, tapi ada juga yang selevel soal UM UGM (menurut saya). Misalnya saja ada soal menghitung akar empat dari suatu bilangan 16 digit. Ada pilihan jawabannya, cuman buat saya yang udah jarang menghitung ini kan harus mikir lama buat nentuin gimana caranya menemukan jawaban terdekat. Belum lagi soal-soal logika yang menurut saya selevel sama soal penyisihan olimpiade komputer SMA tingkat daerah itu. Wow banget lah soalnya.

3. Tes Tertulis Agama Islam

Ini soal lengkap banget lah; aqidah, akhlaq, Qur’an, hadits, fiqh, sejarah Islam, ada semua. Mulai dari sifat-sifat Allah swt., sifat-sifat nabi, nama lain surat, tata cara ibadah & bersuci, sampai dengan kisah-kisah Nabi & Sahabat. Ada semua. Untungnya pilihan ganda. Tapi kalau bener-bener ga tau jawabannya, ga bisa asal dikira-kira juga…

4. Tes Pengetahuan Umum

Ini juga lengkap banget; mulai dari teori tentang riset, istilah umum biologi, sejarah Indonesia, pancasila, kewarganegaraan, ekonomi, kayaknya hampir semua mata pelajaran SMA muncul di sini.

Ya dijawab setahunya sajalah.

Tes Seleksi Tahap II

Peserta yang lolos seleksi berjumlah 39 orang.

Proses seleksi selanjutnya adalah: wawancara agama Islam, psikotes, dan diskusi grup.

1. Wawancara Agama Islam

Terdapat enam sesi wawancara, masing-masing dengan dosen yang berbeda. Level pertanyaan dosen biasanya sesuai dengan jurusan yang dituju. Misalnnya soal untuk saya yang mau masuk Teknik Informatika pasti berbeda dengan peserta yang apply ke Ekonomi Islam.

  1. Tes Hafalan Qur’an: membacakan beberapa hafalan surat juz 30. Ada yang panjang, ada yang pendek. Suratnya diacak suka-suka pengujinya.
  2. Tes Doa Sehari-hari: tes hafalan doa sehari-hari beserta arti doa tersebut.
  3. Tes Membaca Qur’an: membaca ayat-ayat Qur’an yang ditunjuk penguji.
  4. Tes tentang Sholat: pertanyaan-pertanyaan tentang sholat, bacaan sholat & artinya
  5. Tes Thaharah (bersuci): pertanyaan-pertanyaan tentang bersuci, contoh-contoh kasus dan bagaimana hukumnya, bagaimana cara menyucikannya
  6. Tes Muamalah: penerapan Islam dalam kehidupan sehari-hari

2. Tes Psikotes

Ini tes juga lengkap banget. Ada tes kepribadian, tes kecerdasan (menjawab soal-soal sederhana secara cepat dan tepat), tes koran/kraepelin, tes gambar pohon & orang, tes wartegg, dan lain-lain. Waktunya lebih dari tiga jam.

3. Diskusi Grup

Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok. Waktu itu kelompok saya ada 8 orang. Kami diberi suatu permasalahan yang mungkin terjadi di dunia kampus. Awalnya, tiap peserta disuruh mengurutkan pihak dari yang punya banyak kesalahan sampai yang paling sedikit kesalahannya. Setelah itu, kami diberi waktu sekitar 20 menit untuk berdiskusi dan menentukan jawabannya secara kelompok. Metode voting dilarang digunakan. Tantangannya adalah bagaimana mengemukakan pendapat kita dan mencapai kesepakatan kelompok yang anggotanya memiliki sudut pandang yang berbeda-beda 🙂

Tes Seleksi Tahap III

Pada tahap ini, seleksi dilakukan di fakultas masing-masing. Tiap fakultas memiliki kebijakan sendiri-sendiri dalam menguji calon dosennya. Karena saya apply di program studi Teknik Informatika, saya diseleksi di Fakultas Teknologi Industri (FTI).

Jadi, apa yang saya ceritakan ini hanyalah tes seleksi di FTI, tes di fakultas lain bisa jadi berbeda prosesnya. Tes nomor 1-5 dilaksanakan dalam satu hari, sedangkan tes nomor 6 di keesokan harinya.

1. Tes Tertulis (Sesuai Bidang)

Tiap peserta mendapatkan soal yang berbeda sesuai dengan program studi masing-masing. Saya mendapat 6 lembar soal: Pengantar Teknik Informatika, Basis Data, Pemrograman & Logika, Jaringan Komputer, Grafika Komputer, Sistem Informasi. Setiap lembar soal memiliki 2-3 soal. Tipe soalnya: jelaskan, analisis, rancang, hitung (esai semua). Semuanya diselesaikan dalam waktu 90 menit saja.

Setiap program studi mendapatkan jumlah dan tingkat kesulitan soal yang berbeda. Hasil ngobrol-ngobrol saya dengan peserta lain, kalau tidak salah calon dosen Teknik Industri mendapat 4 lembar soal. Peserta Teknik Mesin & Teknik Kimia bahkan ada yang membutuhkan kalkulator.

2. Tes Pemrograman (hanya untuk Teknik Informatika)

Selama 90 menit, peserta diminta untuk membuat dua buah program langsung praktek di komputer, close book & internet. Program pertama adalah program pemanipulasian data, sedangkan program kedua membuat animasi sederhana yang parameternya bisa diubah-ubah oleh pengguna. Program pertama dibuat dengan C/C++/Java, sedangkan program kedua bebas mau menggunakan bahasa apa.

3. Wawancara

Wawancara oleh dosen program studi masing-masing. Pertanyaannya seperti wawancara kerja pada umumnya: kepribadian, kemampuan, komitmen, passion, dan semacamnya.

4. Diskusi Grup

Dalam kelompok kecil, peserta diberikan suatu permasalahan, kemudian diminta memberikan solusi sesuai kesepakatan kelompok.

5. Presentasi Makalah

Mempresentasikan makalah terbaik yang pernah dibuat (bebas) yang belum atau sudah pernah dipublikasikan. Presentasi ini bersifat tertutup (hanya peserta dan dosen-dosen penguji). Waktu presentasi sekitar 20 menit, dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab.

6. Microteaching

Berdasarkan hasil ngobrol-ngobrol saya dengan peserta prodi lain, tiap prodi memiliki metode tes microteaching yang berbeda-beda. Ada yang mengajar di hadapan dosen-dosen (dosennya akting jadi mahasiswa), ada juga yang di hadapan mahasiswa. Yang unik adalah tes microteaching yang saya alami. Saya mengajar di hadapan mahasiswa dari berbagai angkatan, sementara bapak-ibu dosen memantau dari ruangan lain menggunakan layar & sound system. Live streaming gitu. Saya seneng format tes kayak gini, jadi lebih rileks. Bahkan ketika ngajar saya sampai ga sadar kalo sebenernya lagi dinilai sama banyak bapak-ibu dosen di ruangan sebelah 😀

Waktu microteaching cukup 20 menit saja.

7. Penutupan

Rangkaian tes di fakultas ditutup oleh Pak Dekan FTI UII. Beliau menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas partisipasi para calon dosen. Beliau mengatakan bahwa proses seleksi yang begitu padat ini adalah untuk menyaring dosen yang benar-benar cocok untuk UII, karena kontrak di UII adalah seumur hidup, sampai maut memisahkan. Pihak kampus memang ingin mendapatkan SDM yang loyal kepada institusinya.
Sekali lagi Pak Dekan menyampaikan terima kasih dan mendoakan yang terbaik bagi kita semua, Aamiin…


Begitulah serangkaian tes yang saya jalani selama mengikuti seleksi dosen tetap UII. Cukup banyak dan padat (tahap I-III hanya dalam waktu 11 hari).

Semoga apa yang saya bagikan ini bermanfaat bagi rekan-rekan semua. Good Luck! 😉

Iklan

Penulis: fayruzrahma

always trying to be a simple person :)

4 thoughts on “Pengalaman Tes Seleksi Calon Dosen Tetap UII”

  1. Wah berguna banget buat referensi seleksi dosen. Mau tanya kak, berdasarkan pengalaman kk aja.. tes micro teaching apakah kita diberi tahu jauh hari tentang materi ajar yg akan dilakukan atau spontan saja? Thanks

    Suka

Ada komentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s