Kunjungan ke BMT UGT Sidogiri

Sabtu kemarin, 6 Agustus 2016 pagi, rombongan Koperasi Syariah GEMI mendapat kesempatan untuk silaturahim sekaligus studi banding ke BMT UGT Sidogiri.

BMT UGT Sidogiri ini termasuk jaringan Pesantren Sidogiri (NU), yang katanya sudah berdiri sejak abad ke-17.

BMT UGT Sidogiri ini adalah BMT terbesar di Indonesia.
Asetnya mencapai 1,8 Triliun.
Perputaran kasnya mencapai 16 Triliun.
Kantor cabangnya ada 276 kantor di seluruh Indonesia.
Anak perusahaannya ada macem-macem, mulai dari kuliner, properti, asuransi, IT, BPRS, dll.

Masya Allah…

Berikut ini adalah rangkuman hasil diskusi dengan para pemimpin BMT UGT Sidogiri ketika KSU GEMI bersilaturahim ke sana…
(hanya sesi tanya jawab dan ngobrol-ngobrol saja, tidak termasuk sesi presentasi)

Diskusi antara GEMI dan Direktur Utama BMT Sidogiri (Pak HM Sholeh Wafie)
Diskusi antara GEMI dan Direktur Utama BMT Sidogiri (Pak HM Sholeh Wafie)

Bagaimana menjaga/mengontrol kualitas kantor cabang?

  1. Terdapat 75 perwakilan pengurus. Setiap bulan mereka memberi laporan tentang tiga hal:
    1. Kesyariahan
    2. Pelayanan
    3. Keuangan
  2. Kegiatan kantor cabang dapat dipantau secara online.
  3. Terdapat Sistem Pengendalian Internal (Audit Internal. Orang pusat ditugaskan di daerah)
  4. Ada sekitar 200 macam SOP untuk pengelolaan BMT.

Apakah semua pengurus setiap hari masuk kantor?

Tidak setiap hari, ada jadwalnya. Tapi setiap hari harus selalu ada pengurus di kantor.

Dan ada pembagian tugas untuk hal-hal yang diawasi.

Bagaimana menjaga kesyariahan di BMT?

Yang penting adalah kesyariahan implementasinya, tidak hanya teorinya saja.

Diperhatikan akad pembiayaan tertulisnya, tidak hanya akad lisan.
Sudah ditentukan, penggunaan pembiayaan apa, maka akadnya apa.
http://www.bmtugtsidogiri.co.id/list-produk-0000000014.html

Bagaimana memperluas jaringan BMT?

  1. Lewat jaringan alumni pesantren dan wali santri (emotional market).
    Banyak alumni yang menjadi kyai, lalu membangun pesantren di daerahnya, sehingga jaringan pesantren semakin besar dan kuat.
    Jadi, kalau mau buka cabang, hubungan komunikasi antara pengurus pusat BMT dengan pengurus wilayah ikatan alumni.
    Lalu dibuktikan dengan profesional (membangun trust).
  2. Bagaimana dengan lembaga keuangan yang tidak punya jaringan?
    Strategi jaring ikan, bukan pancing ikan (jadi yang terjaring langsung banyak).
    Mencari orang yang punya kekuatan jaringan yang kuat, misal silaturahim ke pesantren. Lalu kerjasama untuk membangun ekonomi Islam. Misal, santrinya nanti jadi pegawai.
    Atau anaknya seorang tokoh masyarakat, lalu anaknya ikut jadi marketing BMT.
  3. Target utama adalah pasar, dengan marketing adalah ustadz (tingkat kepercayaan lebih tinggi)

Bagaimana rekrutmen pegawai BMT?

Terdapat urutan prioritas:

  1. Alumni pesantren Sidogiri (> 90% staff)
  2. Alumni pesantren lainnya
  3. Lainnya

Karyawan baru diberi pelatihan tujuh hari, lalu diangkat sebagai karyawan magang selama tiga bulan (semacam masa khiyar). Lalu, kinerjanya dievaluasi.

Kriterianya, memiliki kompetensi dan layak jual.

Bagaimana menjaga kualitas karyawan?

  1. Terdapat laporan kinerja karyawan per bulan.
    • Kalau ada laporan keuangan yang janggal, akan ditangani oleh Divisi Kepatuhan.
      Jika ada bukti penyelewengan keuangan, karyawan akan di-non-aktifkan sementara, sampai penyelidikan tuntas. Lalu, karyawan tersebut akan diminta untuk mengembalikan dana yang diambil dalam kurun waktu tertentu (misal selama sebulan)
    • Karyawan yang kerjanya kurang oke, misal sering tidur di kantor
    • Karyawan yang tugasnya ngompori kinerja karyawan lain…
  2. Terdapat SOP untuk karyawan
  3. Karyawan, selain dapat gaji, juga dapat bagian saham.

Bagaimana dengan rolling karyawan?

Biasanya yang sering rolling, yang di tatanan bawah. Yang pengurus jabatan atas, jarang di-rolling.

Untuk rolling antarkantor cabang, dibatasi radius maksimal 30 km.

Bagaimana mengatasi dan mencegah NPF bermasalah?

Penyebab & solusinya:

  1. Penyebab: Karyawan malas menagih.
    Solusi: Tagihlah sampai yang ditagih bosan.
  2. Penyebab: Benar-benar tidak bisa bayar hutang
    Solusi: pendekatan persuasif. Ada surat serah terima agunan secara sukarela (agar tidak digugat nantinya).
    Ada juga agunan yang kemudian dibeli oleh BMT, jika agunannya prospektif/profitable.
    BMT Sidogiri belum pernah mengeksekusi agunan ke badan lelang ataupun membawa masalah ke pengadilan.
    Kerjasama dengan penegak hukum/polisi.

Pencegahan:

  1. Cek Sistem Informasi Debitur (SID), apakah orang/perusahaan tersebut pernah ada masalah pembiayaan di bank lain.
  2. Beberapa produk (pembiayaan dan investasi) di-cover asuransi dengan premi atau tabarru’ gratis.
    (Untuk usia 18-55 tahun, maksimal pembiayaan Rp 150.000.000,-.
    Untuk usia 56-60 tahun, maksimal pembiayaan Rp 20.000.000,-.
    Untuk usia 61-65 tahun, maksimal pembiayaan Rp 5.000.000,-
    Di atas 65 tahun, tidak boleh mengajukan pembiayaan)
    Misal, kredit macet, lalu orangnya meninggal, maka hutangnya lunas, tidak diwariskan ke ahli warisnya.
  3. A/O Marketing dan A/O Analisa, terpisah kerjanya. Harus tajam analisa karakter (calon yang mau pinjam uang), dan analisa kemampuan bayarnya. Lalu nasabah diikat dengan akad. Jadi, A/O Analisa harus memiliki kemampuan oke.

Kalau ada rencana produk baru, itu pakai survey atau riset dulu tidak?

Saya bikin, lalu di-share di grup pimpinan cabang. Nanti anggota grup, memberi masukan dan persetujuan. Jadi, ujicoba tidak ke customer, tapi diskusi di grup pimpinan.

Bagaimana pengelolaan zakat di BMT Sidogiri?

Zakat tidak dikelola sendiri, tapi diserahkan ke LAZ-nya grup Sidogiri.

Ada dua model zakat:

  1. Zakat konsumtif (paket sembako)
    Beras dari Koperasi Agro, gula & transport dari Kopontren Basmalah. (Koperasi lain milik Pesantren Sidogiri)
    Paket ini disebar ke masyarakat berkekurangan di sekeliling kantor cabang, minimal 60 paket (tergantung jumlah laba di kantor cabang tersebut).
  2. Zakat produktif
    Ada desa binaan. Untuk pembangunan fasilitas masyarakat, misal: surau, MCK, bedah rumah kurang layak, atau untuk nikah massal, pembinaan mualaf

Mengenai sistem informasi di BMT Sidogiri ini, kondisinya bagaimana?

  1. Kantor yang full online dan realtime baru 156 kantor dari 276 cabang.
    Lainnya, kendala jaringan (kondisi geografis, misal di pelosok).
  2. Sistem host-to-host sudah nyambung dengan BRI Syariah.
    Jadi, anggota BMT bisa melakukan penarikan di seluruh ATM BRI/Bersama/Prima.
    BMT UGT Sidogiri melakukan deposit ke BRI Syariah, Rp 1.000.000 per kartu.
  3. Ada juga pengendalian limit transaksi melalui sistem online. Misal, pembiayaan di atas Rp 75.000.000,- harus ada otorisasi dari pusat, kira-kira selama 7 hari. Kalau sudah sering pinjam dan track record bagus, bisa lebih cepat waktunya.
  4. Pengembangan software di PT. U-SID semua (anak perusahaan BMT UGT Sidogiri). Untuk alur kerjanya, divisi-divisi lain (biasanya divisi bisnis) melakukan rikues kebutuhan layanan IT ke Kadiv SIAM (sistem informasi akuntansi & manajemen). Lalu Kadiv SIAM akan meneruskan dan mendiskusikan (follow up) ke PT. U SID. Lalu setelah dibuat sistemnya, ada evaluasi, apakah sudah sesuai dengan kebutuhan. Kalau sudah, fitur ini di-update-kan ke sistem.
  5. Produk-produk IT lainnya:
    1. SMS Banking, baru launching tanggal 8 Agustus ini.
    2. Dashboard Analysis (Mobile App). Bisa pantau rangkuman kondisi keuangan (grafik) dari HP
    3. Mobile App + Mobile Printer untuk A/O. Anggota yang melakukan penyetoran tabungan atau angsuran pembiayaan di lapangan (misalnya di pasar), bisa dapat receipt yang diprint pakai mobile printer yang terhubung dengan Mobile App.
      Meningkatkan kepercayaan anggota.
      Kasir tidak perlu input transaksi lapangan lagi, karena sudah di-handle A/O.
    4. Layanan sewa (core banking solution, rental server, dsb)
      Misal, biaya sewa mobile printer, Rp 200.000,- per bulan per A/O

Bagaimana dengan modal untuk anak perusahaan? Apakah ada ketentuan khusus?

Biasanya ditentukan di RAT. Selama ini belum ada batasan jumlah modal. Melihat perspektif dan kebutuhan modal sekian.

Bagaimana dengan manajemen penggajian karyawan anak perusahaan?

Dikelola oleh masing-masing kantor, tergantung kebijakan setiap kantor… dengan pengajuan ke komisaris (masing-masing anak perusahaan ada komisaris dari pusat)

Bagaimana dengan persaingan dengan kompetitor? Misalnya, Credit Union?

Di Kalimantan, banyak sekali orang ikut CU. Bahkan sekarang ada CU Syariah.

Cara bersaingnya adalah dengan mencerdaskan calon nasabah. Memangnya yakin, CU Syariah benar-benar syariah, kalau mereka saja ada sistem konvensionalnya?


Kesimpulan

Terdapat beberapa kunci sukses BMT UGT Sidogiri, antara lain:

  1. Sinergi dengan gerakan dakwah (pesantren).
    Mereka mendirikan BMT dengan tujuan untuk memasyarakatkan keuangan syariah dan agar masyarakat terhindar dari jeratan bunga bank. Kyai2 & Gus2 di sana gencar mempromosikan untuk ikut BMT dan meninggalkan bank konvensional
  2. Kelembagaan. Dengan jumlah aset yang triliunan itu, BMT UGT Sidogiri tetap pada identitasnya sebagai “Koperasi”. Tidak berubah menjadi bank ataupun lembaga lain.
  3. Tata kelola manajemen yang terstruktur rapi dan disiplin.
  4. Inovasi-inovasi produk menarik
Serah terima kenang-kenangan dari KSU GEMI ke Direktur Utama BMT UGT Sidogiri
Serah terima kenang-kenangan dari KSU GEMI ke Direktur Utama BMT UGT Sidogiri

Terima kasih kepada pihak BMT UGT Sidogiri yang telah menerima rombongan GEMI dengan sangat baik. Insya Allah ilmu yang didapatkan di pertemuan kali ini akan sangat bermanfaat dalam pengembangan KSU GEMI ke depan.

Semoga tetap syariah dan dilimpahi barakah selalu 🙂

Iklan

Penulis: fayruzrahma

always trying to be a simple person :)

Ada komentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s